Energipos.com/Terbarukan/Korporasi

shadow

PLN Ingin Ambil Alih Aset PT Chevron Di PLTP Salak dan Darajat

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Target energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025 membutuhkan penggunaan berbagai potensi energi terbarukan termasuk panas bumi. Dengan kerjasama yang sudah baik selama ini, PT PLN ingin mengambil alih aset PT Chevron di WKP Salak dan Darajat. Hal ini menyusul rencana PT Chevron yang ingin melepas asetnya di kedua WKP tetsebut. Demikian disampaikan Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka di Kantor PLN Jakarta, Jumat (21/10). Menurut Made saat ini PLN mempunyai perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement atau PPA) dengan PT Chevron selaku pemilik aset di dua Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) tersebut masing-masing 377 MW pada PLTP Salak dan PLTP Darajat dengan kapasitas 255 MW. "PPA yang sudah dimiliki PLN dengan Chevron telah mengatur harga uap panas bumi maupun harga jual beli untuk uap panas bumi 237 MW dan pembelian listrik 395 MW dengan harga yang tetap hingga tahun 2040," terang Made. Selanjutnya dia mengatakan bahwa bila aset WKP yang saat ini dibeli dapat dimiliki PLN tentu dapat menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) yang juga  akan berpengaruh pada harga jual listrik kepada masyarakat. "Integrasi bisnis hulu dan hilir panas bumi ini  dapat menurunkan BPP PLN dan akan dapat menurunkan harga jual listrik kepada konsumen" Ujar Made. Made juga optimis bahwa perseroan memiliki kesiapan dana untuk mengambil alih aset PT Chevron pada kedua WKP tersebut. (bh)

Baca Juga