Energipos.com/Terbarukan/Korporasi

shadow

Kembangkan EBT, Pertamina Butuh USD 1,5 Miliar

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Pertamina semakin serius melirik bisnis energi baru dan terbarukan dan memproyeksikan kebutuhan dana untuk modal (capital expenditure) di luar panasbumi sekitar USD 1,5 Miliar. Langkah ini diambil sebagai bentuk diversifikasi usaha serta mendukung target pengembangan EBT sebesar 23% dari total bauran energi nasional pada tahun 2025. Bisnis yang dilirik Pertamina khususnya adalah pembangkit listrik dan produksi biofuel. “Kami telah mencanangkan pengembangkan pembangkit listrik dari sumber EBT hingga 1,13  Gigawatt serta pengembangan produksi biofuel sebesar 1,28 juta kiloliter pada tahun 2012” ujar Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan Pertamina, Yenni Andayani, Rabu (19/8). Untuk pembangkit, Pertamina akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) sebesar 907 MW, tenaga matahari fotovoltaik dan energi angina masing-masing 60 MW, biomasa 50 MW dan PLTMH/minihidro sebesar 45 MW dan energi laut sebesar 3 MW. Sementara untuk biofuel sendiri  akan terdiri dari green diesel kapasitas 0,58 juta KL per tahun, co-processing green diesel 0,14 juta KL per tahun, co-processing green gasoline 0,23 juta KL per tahun, bioavtur 257.000 KL per tahun, bioethanol  sebesar 76.000 KL/tahun, serta 10 ton per hari bio LNG plant (bh).

Baca Juga