Energipos.com/Terbarukan/Kebijakan

shadow

Terobosan Terus Dilakukan Untuk Kembangkan EBT

ENERGIPOS.COM, JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mengembangkan dan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi bersih masa depan. Langkah ini senada dengan upaya perwujudan Nawa Cita yang telah digulirkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Kebutuhan energi meningkat kira-kira 12 persen tiap tahun. Kebutuhan energi adalah sebuah keniscayaan yang tidak pernah berhenti. Setiap kemajuan tidak mungkin tanpa energi. Makanya, kita harus menciptakan iklim udara yang lebih baik,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika membuka secara resmi rangkaian acara The 7th IndoEBTKE ConEx 2018, kemarin. Dalam kesempatan itu, Wapres juga menyampaikan harapannya bahwa Pemerintah akan segera mencari terobosan baru untuk menciptakan energi bersih, berkelanjutan, dan memiliki harga terjangkau. Dengan begitu, bisa menarik minat para investor untuk menanamkan modal di sektor EBT. “Terobosan yang ingin dicapai agar mempunyai energi yang bersih, sustainable dan konstan harganya,” ucapnya. Senada dengan Wapres, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan bahwa sesuai dengan komitmen Indonesia pada COP 21 di Paris tahun 2015 mengenai penurunan emisi karbon, pengembangan energi baru terbarukan harus didorong dan dipercepat. Oleh karenanya, Kementerian ESDM terus bekerja keras untuk merealisasikan strategi percepatan pengembangan EBT, salah satunya melalui perluasan pencampuran Biodiesel dalam BBM sebesar 20 persen untuk sektor transportasi. “Pengembangan EBT didorong lebih cepat. Sampai hari ini di sektor ketenagalistrikan, EBT menyumbang 12,7 persen dalam bauran energi, masih perlu 10 persen untuk mencapai 23 peren. Sektor transportasi sesuai arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden, perluasan B20 akan berlaku secara efektif mulai tanggal 1 September 2018 untuk sektor transportasi dan BBM, sehingga bauran EBT bisa menjadi 15 persen,” kata Jonan. Lebih lanjut, Pemerintah mengharapkan acara ini mampu menghasilkan masukan sekaligus terobosan-terobosan baru yang mendukung program dan kebijakan pemerintah dalam mempercepat pengembangan EBT. “Makin lama, makin baik. Diskusinya sedikit, eksekusinya cepat,” tegasnya. IndoEBTKE ConEx merupakan agenda tahunan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) yang didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Investment Breakthrough to Achive Renewable Energy Target,” yang menekankan EBT menjadi solusi untuk keamanan energi yang mana pada saat ini terjadi krisis energi di berbagai sektor. Menurut Ketua Panitia The 7th IndoEBTKE ConEx 2018, Herutama Trikoranto, penyelenggaraan tahun lalu dihadiri lebih dari 500 peserta convention serta 4500 visitor yang berkunjung ke eksibisi baik dari dalam maupun luar negeri. Melanjutkan sukses tahun lalu, IndoEBTKE ConEx 2018 diharapkan akan menjadi tradisi berkelanjutan ? komunitas energi terbarukan sebagai ajang untuk berdiskusi tantangan-tantangan energi terbarukan serta berbagi pengalaman dan keahlian bagi kepentingan bersama antara industri, kampus dan pemerintah. (BH)

Baca Juga