Energipos.com/Terbarukan/Kebijakan

shadow

Jonan: Kalau Harga PLT Arus Laut Dibawah USD 10 sen/kWh, Bisa Didiskusikan

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengaku pernah ditawari membangun pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Cuma kalau harganya USD 16 sen/kWh susah berkompetisi. "Waktu itu, saya tanya harganya berapa, kalau USD 16 sen/kWh silahkan pulang lagi aja. Kalau (harganya) dibawah USD 10 sen/kWh kita bisa diskusi, coba dicek secara teknis dan teknologi, dan ternyata hari Selasa kemarin (12/9) mereka balik dan menawarkan kembali dengan harga USD 7,18 sen/kWh. Nah, kalau (harga) USD 7,18 sen/kWh untuk 25 MW saya jamin PLN akan beli," terang Jonan, disela pidatonya saat acara IndoEBTKE ConEx in conjunction with BCEF 2017, di Balai Kartini Jakarta, Rabu (13/9). Ditengah gencarnya pemerintah dalam meningkatkan akses energi dan pengadaan pasokan diseluruh pelosok nusantara, baik berupa peningkatan rasio elektrifikasi serta peningkatan kapasitas energi pada sektor EBT. "Arahan Presiden Joko Widodo ada 3 hal yang harus dipenuhi, yaitu ketersediaan listrik, distribusi dan harga terjangkau," jelas Jonan. Jonan menambahkan, guna mendorong penggunaan energi bersih, Pemerintah tidak pernah mengurangi komitmennya dalam pengembangan EBT, sesuai dengan komitmen Presiden pada COP 21 di Paris. Untuk itu, dalam penyelenggaraan tahun ini, IndoEBTKE ConEx in conjunction with Bali Clean Energy Forum (BCEF) mengambil tema "Renewable Energy is a Solution for Energy Security and Paris Agreement. (BH)

Baca Juga