Energipos.com/Terbarukan/Bisnis

shadow

PLN Tandatangani 53 PPA Energi Terbarukan

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-PLN menandatangani Power Purchase Agreement (PPA)  energi terbarukan dengan pengembang swasta (Independent Power Producers) di 53 lokasi di berbagai wilayah di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara,

Penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik energi terbarukan ini merupakan kabar baik bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Penandatanganan PPA ini merupakan bukti bahwa investasi pembangkit listrik energi baru terbarukan tetap menarik dengan pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 43 Tahun 2017. Lokasi pengembangan energi terbarukan ini mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, dengan total kapasitas mencapai sekitar 415  MW dengan sumber energi air (PLTM dan PLTMH), biomasa, biogas dantenaga matahari..

Sebanyak 53 PPA yang ditandatangani hari ini terdiri dari PLTM, PLTMH, PLTMbg, dan PLTS yang merupakan pembangkit skala kecil (kurang dari 10 MW). Menurut data Kementerian ESDM, proses pengadaan sebelum acara PPA ini sudah berlangsung selama 2 tahun, sebagaimana tertuang dalam Surat Menteri ESDM No. 5827/23/MEM.I/2017 tanggal 28 Juli 2017 dan persetujuan harga jual tenaga listrik PLTS 6 Lokasi dalam surat Menteri ESDM No. 5590/26/MEM.E/2017 tanggal 20 Juli 2017. Menurut Direktur Pengadaan Strategis PT PLN, Nicke Widyawati, saat ini sekitar 12% dari total bauran energi primer untuk memproduksikan listrik berasal dari sumber energi terbarukan atau 6.200 MW dan optimis bahwa target 23% pada tahun 2025 dapat dicapai. “Penandatanganan PPA ini menunjukkan komitmen PLN untuk terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan  dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi dan desa berlistrik, sehingga target bauran EBT 23% pada tahun 2025 dapat tercapai," ungkap Nicke. (rj, foto kesdm) 

Baca Juga